Posted by: arikuncoro2id | Maret 17, 2008

Konferensi Jawara - Membawa Nama ITB dan Indonesia

Pagi itu pagi yang cerah. Matahari tidak malu-malu menampakkan raut mukanya.
Temperatur udara kira-kira menunjuk pada angka 20 derajat Celcius. Saya yang sebelumnya merencanakan ingin lari pagi tiba-tiba menyerah dengan keadaan. Mengapa? karena saya baru bangun pukul 8, dan pukul 9 pagi saya harus berangkat ke kampus Ganesha untuk mengikuti Free IT Saturday Lesson di Comlabs. Inilah kali pertama saya mengikuti acara ini.

Saya bergegas untuk mengambil peralatan mandi. Kamar mandi itu tidak terlalu jauh dari kamar kos saya, hanya beberapa langkah saja. Namun sayang, sabun yang ada hanya tinggal sedikit, sehingga saya memutuskan untuk mandi cepat-cepat saja. Setelah semuanya siap, saya menyalakan motor dan mulai membelah jalan dengan mulut terbuka lebar, tersenyum agar saya akan mendapatkan sesuatu yang berarti pada pagi hari ini.

Tidak ingin ketinggalan berita, saya mampir dulu ke lab Telmat, tempat komputer saya nongkrong. Sambil mengecek email, benar saja ada email dari pak Trio Adiono, dosen pembimbing TA saya, yang subjectnya kurang lebih berbunyi Indonesia berhasil menjadi juara I dan II dalam lomba LSI Contest (IC design) di Okinawa Jepang. Email itu baru dikirim beberapa jam sebelum saya membaca. Salute buat Bagus, Oki, Andri, Iput, Randy, dan Asep. Wuih! Kalian berhasil membanggakan Indonesia di kancah internasional. Saya jadi bangga pada kalian!

Tidak jauh-jauh dari berita sebelumnya, topik Free IT Saturday Lesson yang saya ikuti kali ini adalah Konferensi Jawara Lomba Bisnis dan IT. Wuih, dalam bayangan saya,… mereka yang menang adalah orang yang kutu buku dan serius. Tetapi akhirnya, bayangan saya tadi salah kaprah. Mereka yang menjadi jawara-jawara lomba IT dan bisnis tadi adalah orang-orang yang pandai berbicara di khalayak dan sangat supel. Oya, salah satu dari mereka adalah senior saya di PSM ITB yang baru saja kemarin lulus, yakni Krisna.

Lomba-lomba yang dijadikan ajang percontohan dalam konferensi ini adalah Imagine Cup, L’oreal Business Simulation, dan Indosat Wireless Initiative Contest. Dua lomba di atas adalah tim, sedangkan satu lomba terakhir adalah perorangan. Mereka masing-masing mempresentasikan isi dari karya yang mereka buat. Untuk Desi, salah satu tim jawara Imagine Cup Indonesia, dia mempresentasikan aplikasi software ABC berbasis Microsoft. Apa gunanya ABC? ABC berguna bagi orang yang ingin
belajar membaca, menulis, dan berhitung. Nah, Desi mendemokan hasil karyanya dibantu oleh teman satu timnya. Mereka mengusung tema pemberantasan buta huruf untuk anak-anak dan orang tua di Indonesia. Dari slide disebutkan bahwa sebanyak 16 juta jiwa di indonesia masih buta huruf. Mmmm, suatu kemajuan atau kemunduran dari tahun-tahun sebelumnya, ya?O, ya, prestasi mereka adalah menjadi perwakilan Indonesia dalam Imagine Cup di Korea, dalam kategori Pendidikan.

Lantas, ada Mas Yafis, perwakilan dari juara III L’oreal E’STRAT Business Simulation 2007 di Paris. Saya sebenarnya sangat tertarik dengan dunia bisnis. Pokoknya yang berhubungan dengan Ekonomi dan bisnis, dan saham-saham gitu. Makanya pada semester ini saya mengambil mata kuliah “Manajemen dan Rekaysa Pendanaan” supaya saya bisa bicara dan tahu dikit-dikit lah tentang bisnis. Tapi setelah melihat game yang beliau simulasikan, saya jadi ngerti betapa susahnya ya mengelola perusahaan (artinya: susah). Kurang lebih inti dari Lomba itu adalah: “Bagaimana memperoleh profit yang banyak dalam waktu tertentu?” Jadi, lomba ini adalah lomba bisnis online dimana,
setiap peserta akan diseleksi dari delapan zona benua. Suatu tim diminta untuk menjalankan perusahaan yang telah ada, dalam kasus, pimpinannya sedang berlibur selama 3 tahun. Nah, dalam kesempatan 3 tahun itu, mereka diberikan kesempatan untuk memanage agar meraih market share dan stock sebesar-besarnya. Tentu saja
dibutuhkan strategi dan pengetahuan yang jitu untuk mencapai target tersebut.

Yang terakhir, ada Akhmad Zaky (IF 2004). Apa yang dia buat dalam lomba IWIC2007? Dalam lomba ini, dia memberikan tawaran yang menarik bagi provider Indosat, yakni aplikasi Mobisurveyor. Mobisurveyor ini berfungsi sebagai pensurvey, yang bisa berguna bagi perusahaan asuransi dalam menghitung risiko, bisa juga berguna bagi pilkada,
pemilu, dsb. untuk melakukan quickcount. Prinsipnya sederhana, yakni memberikan pertanyaan-pertanyaan langsung kepada sample, dalam hal ini pengguna HP, kemudian sample tadi menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Pertanyaan yang diberikan bisa berupa pilihan maupun essay. Zaky berhasil meraih juara II dalam ajang ini. Yang meraih juara I ternyata kakak kelas saya di SMA 3 Jogja,
Fahris. Wow… memang jenius kau Riz!

Sebagai selingan, yang bertindak sebagai Keynote speaker di acara ini adalah Pak Armein Z. Langi, dosen jurusan saya, teknik elektro. Tetapi sayangnya, saya belum pernah diajar oleh beliau. Mmmm, benar kata Pak Budi, Pak Armein kalau sudah ngebodor pasti lucu.
Pak Armein ternyata juga merupakan seorang standing comedian. Beliau sangat mahir membuat cerita-cerita lucu, yang kadang-kadang memang tidak masuk akal. Tapi seluruh humornya dapat diterima sebagai humor segar. Perlu diketahui pula, bahwa sebelum Pak Armein memberikan speech, ada pak rektor Joko Santoso dan staff
ahli dari Menristek, Prof. Dr. Ir. Engkos Koswara yang memberikan sambutan.
Kalau saya nilai, mereka memiliki kelebihan dan kekurangan dalam berbicara di depan umum. Namun, saya lebih suka Pak Armein dalam memberikan materi. Bisakah saya menirunya? tapi… saya harus banyak membaca humor-humor segar agar tidak
ada orang yang melempar sandal. Saya bukan tipe sejenius Jim Carey atau Thukul dalam membuat humor. Lebih baik menguasai materinya dahulu ketimbang menguasai atribut-atributnya.

Oh ya, saya juga memperhatikan MC yang menyebut Pak Armein sebagai Profesor. Hehehe… dalam hati saya: Wuih… hebatnya Pak Armein sekarang sudah jadi profesor. Tapi dalam pemanggilan berikutnya turun lagi pangkatnya jadi Insinyur. Wah, saya tahu pasti, ada dosen-dosen yang tersinggung lho kalau gelar yang disebutkan hanya gelar S1
padahal beliau sudah meraih gelar doktor. Tapi untuk Pak Armein rasanya tidak, beliau menerimanya sebagai humor khusus para dosen. Pada kesempatan itu, Pak Armein juga sempat bernyanyi. Gaul abiz,… ni dosen. Jangan salah, Pak Armein merupakan salah satu personil BANDOS, alias Band Dosen.

Pesan-pesan beliau kurang lebih adalah sebagai berikut:
1. Make everyday a good day, make every task a good task
analoginya, beliau lebih setuju apabila seorang mahasiswa menyelesaikan kuliahnya dengan baik dan melebihi dari apa yang
disyaratkan, lalu bekerjanya setelah lulus. Bukan malah meninggalkan kuliah untuk bekerja.
2. Jangan trauma terhadap kegagalan; analoginya adalah dengan orang yang sedang belajar berenang.
3. Selalu senang lah dalam melakukan sesuatu.
4. Kawinkan ide-ide lama menjadi suatu ide baru sehingga berbuah inovasi.

Kurang lebih begitu, pengalaman saya hari ini, Sabtu, 15 Maret 2008. Sebenarnya masih banyak pengalaman yang saya dapatkan. Berkenalan dengan orang yang berprestasi membuat saya semakin termotivasi untuk turut mengekornya. Kalau dulu saya bisa show off bakat berpuisi, bernyanyi, dan menari. Inilah saatnya bagi semua menghasilkan karya bagi orang lain dan bermanfaat. Untuk Indonesia kita tercinta! I love Indonesia!

Tanggapan

wuah..untung ada resensinya..
aku pengen dateng waktu itu cor..
tapi apalah daya hari sabtu belom bangun… ;D

Leave a response

Your response:

Kategori