Ari Kuncoro 2 – edisi Indonesia

Just another WordPress.com weblog

Tenis di bawah rintik hujan dan Pujian tulus seorang Dosen

Hari ini bertepatan dengan hari Kartini 2008. Cuaca kurang mendukung untuk berolah raga karena gerimis. Rencananya main tenis jam 8 pagi. Persiapannya macem-macem. Mulai dari ambil sepatu di Lab, ngambil kamera buat skrin syut-nya, sampai ngambil raket-raket tenis di tempat kosan Nantha. Yang ikut tenis pagi ini ada lima orang, yakni Rizky, Ari, Luhur, Koes, dan saya. Yang lain masih sibuk dengan kegiatan perkuliahan. Atau main save, karena kuliah yang diikuti adalah kuliah horor… macam Antena, yang sudah saya lewati dengan hanya mendapat bulan sabit. Itu pun sudah dengan usaha maksimal agar UAS dapet nilai di atas 73! supaya dapet bulan sabit. Tentu saja dengan cara jujur. Tanpa noktah-noktah kecurangan, seperti yang kemarin hangat dibicarakan dalam milis Civitas EL tercinta.

Agak khawatir juga, karena sebelumnya saya dan Luhur sudah membooking lapangan. Kalau hujan deras? gagal deh maen tenis. Sia-sia kami sudah membayar lunas.

Tapi kehawatiran hilang seketika karena hujan tidak terlalu besar. Sehingga kami bisa maen tenis tanpa basah kuyup. Kami terlihat masih sangat amatir. Di lapangan B, sebelah lapangan kami, ada dua orang yang jago. Hehe… sampai-sampai bola-bola tenis kami berlarian kemana-mana. Ada yang di atap seng, ada yang ke lapangan basket, bahkan ada suatu ketujuh bola kami pindah ke lapangan sebelah.

; Begitulah olah raga pagi ini. Banyak di antara kami yang baru pertama kali mencoba olah raga ini. Sehingga, harap maklum jika masih cupu.

Olah raga kami tutup dengan sarapan nasi kuning di depan SSC. Hampir saja kami kehabisan lauk pauk. Karena setelah saya makan, warung sudah siap-siap tutup. Sore harinya kira-kira jam 3 sore, saya kuliah Fineng (Financial Engineering). Ada Nemi dan Sintoq, yang merupakan mahasiswa Elektro diantara mahasiswa TI lainnya, sudah datang di kelas. Dosen pun sudah siap di depan kelas. Tugas kelompok minggu kemarin dikumpulkan. Dan, ternyata tugas simulasi dengan MATLAB tadi mendapat pujian yang luar biasa dari dosen. Berulang kali beliau meng-quote bahwa tugas kamilah yang terbaik. Saya sih menanggapinya dengan senyum saja. Tidak ada yang istimewa sebenarnya. Karena saya selama 4 bulan ini berkecimpung di per-MATLAB-an, ya saya lancar-lancar saja menggunakan program itu untuk kepentingan simulasi. Monte Carlo pula simulasinya. Jadi sudah lumayan bisa lah, bikin looping-looping sederhana.

Tak ada gading yang tak retak. Script program MATLAB saya pun ada yang salah. Ada variabel yang useless di situ, karena saya lupa untuk menghapusnya. Hehe. Kalau mau lihat, lihat di posting sebelumnya, yaitu ada variabel a, b, c, dan d yang tidak perlu. Sebenarnya variabel-variabel itu berfungsi untuk mengecek apakah distribusi bilangan random yang saya generate itu sesuai soal atau tidak. Tapi keburu lupa… ya biarin lah. Seharusnya orang yang ngerti programming juga tahu, karena variabel yang tidak perlu nggak akan berpengaruh juga terhadap hasil. Hanya saja itu menjadi penting kalau simulasi Monte Carlo melibatkan
pengulangan sampai sejuta kali seribu. Bisa-bisa memori komputerku kehabisan source.

Belum ada komentar »

Komentar Anda

HTML-Tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>