Posted by: arikuncoro2id | Februari 25, 2008

Pawang Hujan

Pernah beberapa waktu lalu saya menonton acara berita di TransTV. Saya berdecak kagum dengan adanya alat elektronik yang mampu mendatangkan atau mengusir hujan. Akhirnya sebutan ‘klenik’ pada seorang pawang hujan mulai saya kurangi. Mengapa? Karena pawang hujan tersebut memiliki alat yang benar-benar ilmiah.

Prinsip kerja alat tersebut adalah memancarkan gelombang elektromagnetik ke arah atas dengan frekuensi tertentu. Alhasil, langit yang sebelumnya mendung, dalam waktu kurang dari 15 menit, awan hitam kelam terusir. Langit kemudian jadi biru. Wow, dahsyat, ya?

Alat itu ada di Prov Jawa Barat. Saya lupa di mana persisnya, karena saya waktu itu kurang memperhatikan. Karena logat pawang hujan agak kesunda-sundaan, ya, bisa saya simpulkan alat ini terletak di Jawa Barat. Disamping itu, alat ini juga mempunyai sertifikat penghargaan, lho! dari luar negeri… entah dari negara mana. Alat ini juga pernah melakukan tugas mulianya mengusir hujan pada acara-acara besar kenegaraan.

Seandainya alat ini bisa digunakan dengan baik, tentu saja Jakarta bisa ‘kering’ sedikit lah dengan tidak banyaknya hujan turun. Haha… Hujannya dipindahkan ke laut saja…

hehe.

Bagi yang pernah menontonnya, atau pihak TransTV mau memberikan ralat/tambahan info kepada saya, saya akan menerima dengan senang hati.

Berita yang cukup menarik. Siapa tahu, teman2 saya dari mahasiswa Elektro ITB bisa menganalisis lebih dalam tentang alat pemindah hujan ini.

Posted by: arikuncoro2id | Desember 6, 2007

Pemikiran Saya

Bukan berarti saya putus asa…Bukan berarti saya juga rapuh…Melainkan, saya hanya merasa rendah diri, di hadapan banyak orang.Terutama akhir-akhir ini.

Jika dihadapkan pada persoalan-persoalan orang lain, mungkin persoalan ini tidak ada apa-apanya. Jauh lebih kecil dan gampang, mungkin karena saya bisa mencari jalan keluarnya sendiri. Tetapi satu hal yang ada di pikiran saya adalah bagaimana saya harus bangkit dari segala persoalan ini, tidak berlarut-larut….

Hal yang harus saya perangi: MALAS… dan buang-buang waktu. Percuma… kau sekolah, kuliah jauh-jauh kalau kau tidak mendapatkan hasil yang terbaik! Percuma, orang tua membiayaimu kalau hasilnya nanti tidak baik! Itu, pemikiran, ide, dan cambukan bagi saya. Bukan untuk orang lain. Karena saya sedang memotivasi diri saya sendiri untuk kembali ke kehidupan normal saya…. haha…

Jikalau saya bertemu orang bijak, biarkan beliau memberikan nasihat yang terbaik.

Jikalau saya bertemu orang rajin, biarkan beliau menasihati saya agar jangan malas.

Karena musuh utama saya sekarang adalah itu.

(ditulis ketika hati gundah gulana, ngantuk, dan minus 3 dB dari konsentrasi penuh, padahal jam menunjukkan pukul 9 kurang seperempat “after meredian”)

Posted by: arikuncoro2id | Desember 3, 2007

Sekilas Konser PSM-ITB 2007, 1 Desember 2007

Akhirnya konser PSM-ITB 1 Desember 2007 di Aula Barat kemarin selesai sudah. Saya, sebagai penyanyi tenor2 di grup tersebut sangat terkesan, karena inilah hasil kerja keras kami semua selama beberapa bulan. (tepatnya 10 bulan!) Dengan dirigen Kristian Harianja dan Tri Murdono, serta pianis Dita, Prama, dan Sindy, kami membawakan lagu-lagu seperti Les Chant, Petite Cammussete, Still Wie Die Nacht, We Sing of Golden Morning, The Rhytm of Life, dan masih banyak lagi. Total ada 14 lagu berbahasa Prancis, Jerman, dan Inggris yang dibagi dalam dua sesi.

Dilihat dari segi penonton yang datang, mmm… lumayan, sekitar 350an orang. Yang pasti undangan mahasiswa ITB dan umum habis terjual. hoho… senangnya.. tapi, bukan cuma itu yang membuat kami senang, karena selama 2 minggu latihan intensif ini, kami mengalami perkembangan yang sangat pesat terutama dari sisi penguasaan lagu. Hihiihii… keren, lah pokoknya! yang gak nonton akan menyesal! Terbukti dengan adanya tepuk tangan di setiap akhir lagu dan wajah-wajah penonton yang sumringah ketika kami membawakan lagu tersebut.

Buat para pemakai spray and gliter! Wah2x, kita mulai ngartis, ya! make warna merah di rambutnya. Pake gliter segala. Cherie-ku marah2 gara2 pake itu! Untungnya, nggak sampe di-PHK. Hehe,…Setelah dikeramas bisa ilang, kok! jadi, gpp, kn? sekali-kali ngartis dikit boleh, lah! :)

Untuk penyanyi-penyanyi Soprano dan Alto… Whuuuiiii… Kalian terlihat sangat cantik! Keren-keren, lah pokoknya. Sesekali saya melirik penonton, mata penonton tak berkedip melihat kalian-kalian bernyanyi, lho! Hehe… gaun-gaun kalian bagus2. You are all look so beautiful! “PERFECTO!” (diambil dari jargon OSKM 2004!)

Terima kasih untuk pelatih kami, Pak Indra Listiyanto, yang selalu menyemangati dan memberi kami petunjuk dalam bernyanyi paduan suara serta para alumni yang hadir dalam acara ini. (Kak Asta, emangnya bener ya, kalo saya yang paling gaya?) hoho… Terima kasih buat semua teman-teman PSM-ITB ku. Pengalaman ini sangat berharga bagi kita semua. Semoga kita terus maju dalam berkarya, berorganisasi, bernyanyi, dan bergembira bersama. Karena kita satu keluarga besar PSM-ITB! Jayalah terus PSM-ITB.

Buat Adik-adikku PSM-ITB 2007, terima kasih juga, karena menjadi sudah mensukseskan konser kakak-kakakmu ini. Selamat bergabung, berlatih, berorganisasi, dan bergembira bersama! Kalian penerus kami. Viva PSM-ITB… !

Buat Tere, my cherie, terima kasih buanyak, udah bela-belain datang meskipun lagi nggak enak badan. Demi Mas mu ini :) I Love you soooooo much.

Ternyata satu tantangan terlewati, masih banyak lagi tantangan menghadang. UAS 14-19 Des 2007 adalah tantangan yang terdekat. Di samping itu, TA 1 saya masih sekira 2 persen saja. Beruntung ada yang membantu seperti Iput, karena topik kami mirip. Semoga kita selesai tepat waktu, ya… sehingga pada Juli 2008 lulus. Trus dapet kerja deh. (Amen).

Posted by: arikuncoro2id | Nopember 12, 2007

Berkunjung ke Asian Choir Games (ACG)

Pada 9 November 2007 kemarin, saya, Tere, Imel, Mezo, Kristian, Melisa, dan Henry berkunjung ke pelaksanaan 1st Asian Choir Games di area PRJ, Jakarta. Maksud kedatangan kami adalah untuk mempublikasikan Festival Paduan Suara XXI ITB 2008 (FPS XXI ITB 200 8) yang akan dilaksanakan 24-31 Agustus 2008 di Institut Teknologi Bandung. Mengapa harus ACG? Karena di kompetisi tersebut terdapat beberapa paduan suara yang berasal dari Asia Tenggara seperti Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura, dsb. yang akan kami bidik sebagai peserta di ajang FPS XXI ITB 2008 mendatang di dua kategori, yaitu Mixed Chamber Choir dan Mixed Choir.

Acara ACG ini memang baru pertama kali diadakan. Menurut beberapa orang yang berkomentar, pelaksanaan acara ini masih jauh dari yang diharapkan. Seperti sedikitnya peserta luar negeri yang berpartisipasi, event organizer yang belum terbiasa dengan kompetisi paduan suara, dsb. Akan tetapi, Saya tetap bangga karena Indonesia berkesempatan untuk menyelenggarakan event yang besar ini. Maju terus, Indonesia!

acg-9.jpg

Acara FPS ITB merupakan acara festival paduan suara TERBESAR se-Indonesia sepanjang sejarah kepaduansuaraan Indonesia. Paduan Suara Mahasiswa ITB sebagai tim penyelenggaranya sudah banyak makan asam garam, lho! Dari FPS I thn 1960an s.d. FPS XX tahun 2006 yang pesertanya dari seluruh Indonesia, PSM ITB bisa banyak belajar dari sana. Sejalan dengan misi FPS yang ingin menjadikannya sebagai festival bertaraf internasional, FPS XXI ITB 2008 mendatang akan mulai membuka kesempatan peserta luar negeri untuk berpartisipasi dalam dua kategori itu.

Semoga acara FPS XXI ITB 2008 akan sukses mendatangkan peserta dari kalangan Asia Tenggara dengan berbagai usaha yang panitia tempuh. Sehingga beberapa pihak seperti departemen pariwisata dan kebudayaan akan “melirik” acara ini sebagai ajang penarikan wisatawan mancanegara… dan pengenalan budaya Indonesia. Kerja keras panitia dan dukungan dari berbagai pihak akan sangat menentukan sukses tidaknya acara ini… Dana yang besar tentu bukan halangan panitia, jika masyarakat ITB dan Indonesia bersama-sama mendukung untuk mensukseskan acara ini nanti. Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater ITB!… Merdeka! :)

acg-10.jpg

« Newer Posts

Kategori